7 Cara Mengatasi Lemas dan Lesu Saat Berpuasa

Cara mengatasi rasa lemas dan lesu pada saat berpuasa itu merupakan hal yang tidak terlalu sulit kok. Kamu bisa menerapakan 7 Cara Mengatasi Lemas dan Lesu Saat Berpuasa pada artikel kali ini.

Ketika puasa Ramadhon, tidur ialah ibadah. Namun itu bukan berarti kita mesti tidur terus sepanjang hari. Kalau seperti itu apa bedanya orang puasa dengan beruang hibernasi? Tentu kita tidak ingin kan, dikata-kata-in seperti beruang? Karena tujuan Allah mewajibkan puasa Ramadhon bukan untuk membikin kita lemas dan menyuburkan hobi molor kita.

Karena selain ibadah puasa, Allah juga memberi masukan kita ibadah yang lainnya di sepanjang waktu, seperti shalat, berdzikir, mengaji alqur’an dan lain-lain. Untuk mengerjakan segala ibadah itu hanya ada satu persyaratan saja. Tak tidur. Kecuali anda punya trik khusus selain itu.

Nah, parahnya kita kadang atau malah sering merasa letih dan lemah ketika mengerjakan puasa. Sehingga tidur ialah jalan terbaik menyelesaikan hal hal yang demikian. Ini tentu saja dilematis, karena ketika puasa kita juga diwajibkan selalu aktif mengerjakan kesibukan sehari-hari seperti lazimnya.

7 Cara Mengatasi Lemas dan Lesu Saat Berpuasa
Lemas Saat Berpuasa

Supaya tidak dehidrasi karena dari tadi muter-muter, ada bagusnya kita lantas menengok tips-tips agar kita tidak lemas ketika berpuasa Ramadhon berikut ini :

1. Mencukupkan Makan dan Minum Ketika Sahur 


Ini yang sering kali sulit dilakukan. Karena seenak-enaknya makan sahur tetap saja enakkan meneruskan tidur. Namun bagi orang yang memang punya niat bulat puasa di keesokan harinya, dia pasti punya tekat kuat untuk bangun sahur.

Nah, yang terpenting dari kesibukan sahur ini ialah makan cukup. Cukup dalam hal ini ialah cukup makan makanan yang berserat tinggi dan berkalori. Syukur-syukur jikalau nikmat rasanya.

Karena rasa itu juga menetapkan agar kita tetap termotivasi ketika makan sahur. Oh ya, jangan lupa jadilah onta ketika sahur. Artinya minumlah air putih yang banyak, sebagai persediaan cairan ketika siang hari.

2. Mengakhirkan Sahur  


Ini ialah trik simpel dan yang paling logis, Intinya ketika kita mengakhirkan sahur berarti mengurangi durasi waktu perut kita kosong. Namun ini sekalian membikin tubuh kita mengirit energi sehingga kita kuat menjalani kesibukan sepanjang siang.

Namun jangan terlalu dekat dengan waktu imsyak. Terburu-buru ketika makan sahur justru akan menjadi bumerang bagi anda.

3. Jangan Tidur Sesudah Shubuh


Jangan berpendapat ketika kita tidur sesudah shubuh membikin kita tidak ngantuk lagi. Karena itu benar-benar keliru. Alih-alih tubuh fit, Tidur sesudah shubuh justru membikin tubuh kita lemas di sepanjang siang.

Ilmu kesehatan menyimpulkan bahwa ketika kita tidur sesudah sahur atau shubuh akan mengakibatkan berbagai tipe gangguan pencernaan seperti refluks, mencret, begah dan lain-lain.

Namun juga orang yang hobi lantas tidur sesudah makan sahur akan berpeluang besar terkena serangan stroke. Karena itu lebih baik kita berolahraga saja sesudah shubuh, selain membikin tubuh kita sehat, kesibukan ini menjaga tubuh kita tidak gampang ngantuk ketika mengerjakan ibadah puasa.

4. Melakukan Kesibukan Pada Tempat Sejuk 


Berbahagialah jikalau kantor anda dilengkapi AC, karena itu akan membantu suhu tubuh anda tetap dingin. Namun jikalau tidak di lengkapi bukan berarti petaka buat anda. Namun berada di dalam ruangan malah cukup menjaga agar anda tidak lemas ketika puasa.

Lah bagaimana jikalau kerjaannya di luar ruangan? Ya ruangannya di bawa keluar dong. Takperlu di sangkal bahwa musuh utama para pengamal puasa ialah udara panas karena udara panas ini menstimulus tubuh kencang mengeluarkan keringat yang akan mengurangi persediaan cairan dalam tubuh.

5. Sibukkan Diri dengan Aktifitas  


Karena untuk tidur itu kadang bukan disebabkan oleh keadaan tubuh kita yang lemas. Namun seringkalai kemauan tidur itu terbit karena tidak ada lagi yang kita lakukan. Otak jikalau tidak aktif akan cenderung malas. Nah, malas ialah pangkal dari segala rasa kantuk.

Karena itu sebisa mungkin sibukkan diri anda dengan kesibukan harian. Anggaplah ketika itu anda tidak sedang berpuasa, jadi anda bisa mengerjakan segala kesibukan tanpa terbebani perasaan lapar dan haus.

Bonusnya ialah jam akan seakan terasa lebih kencang bergerak menuju adzan magrib.

6. Jangan Tidur di Siang Hari


Apa jikalau puasa berarti tidak boleh rehat? Benar jikalau anda ialah robot. Namun jikalau anda masih manusia seperti saya, mari kita jawab pertanyaan itu dengan kata tidak.

Tidur di siang hari ini bukan seperti tidurnya kita di shubuh hari. Tidur siang hari benar-benar diperlukan bagi tubuh agar mengistiratkan otot-organ dan pikiran kita agar lebih fresh setelahnya.

Nah, bolehlah jikalau tidur seperti ini di sebut ibadah. Karena tidur seperti ini ternyata membikin ibadah kita setelahnya menjadi lebih bergairah. Tak tidur siang ini ternyata juga menjadi tradisi nabi ketika berpuasa lo....Coba deh, anda cek di Copy paste Ramadhon Rosulullah.

7. Jangan Tidur Terlalu Larut Malam


Usaha-usaha kita diatas akan terasa percuma jikalau kita melalaikan yang ini. Kecenderungan kita ketika puasa ialah telat tidur malam.

Kadang keadaan itu memang kita ciptakan sendiri dengan terlalu banyak minum kafein atau minuman bersoda. Ujung-ujungnya mata tidak bisa dipejamkan sampai berjam-jam lamanya.

Iya jikalau memang sengaja untuk taddarus baik, cuman kita banyak enggaknya. Kalau tidur sudah Kemalaman walhasil malas bangun sahur. Kalau udah malas sahur besoknya pasti lemas.

Ditambah lagi dengan kurang rehat klop sekali ngoroknya. Jadi Bagaimana jalan keluarnya agar kita tidak tidur terlalu malam? Ya jangan tidur terlalu malam. Gitu aja kok repot?

Nah itualah 7 Cara Mengatasi Lemas dan Lesu Saat Berpuasa yang dapat saya sampaikan dan semoga artikel kali ini bermanfaat untuk kita semua.

0 Response to "7 Cara Mengatasi Lemas dan Lesu Saat Berpuasa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel